KEHIDUPAN KAMPUS DI IPB - Gerbang Selamat datang di bumi Kampus IPB Darmaga adalah suguhan pertama bagi mahasiswa IPB yang akan kuliah di Darmaga. Kampus ini terletak di wilayah Barat perbatasan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dan dikelilingi oleh 14 desa lingkar kampus yang memiliki sekitar 1300 rumah kontrakan/indekos untuk dihuni hampir 25.000 mahasiswa IPB. 

Bagi mahasiswa baru IPB, soal mencari hunian tidak perlu khawatir. Karena pada tahun pertama disediakan student dormitory/asrama dengan kapasitas 3000 orang putra dan putri. Berdekatan dengan dormitory tersebut tersedia kantin, cafeteria, rumah makan, wartel, rental computer, apotik dan kios/toko untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Asrama mahasiswa tidak sekedar untuk tempat tinggal, tetapi yang lebih penting adalah merupakan wahana program pembinaan akademik dan multibudaya. Program ini dimaksudkan untuk mempermudah mahasiswa beradaptasi dengan kehidupan kampus, dunia kemahasiswaan dan mengasah kemampuan soft skill, seperti dalam berkomunikasi, berorgansiasi, dan memahami kemajemukan. Untuk tujuan itu, maka Student Dormitory Tingkat Persiapan Bersama tersebut dilengkapi dengan organisasi pembinaan yang disebut Badan Pengelola Program Akademik, Multi Budaya dan Asrama TPB-IPB, yang didalamnya terdapat Kepala Asrama, Manajer Unit dan Kakak Asrama. Kakak Asrama adalah kakak kelas yang tinggal di Asrama TPB untuk membantu mahasiswa menghadapi masalah-masalah akademik dan non-akademik.

Selain pendampingan terhadap mahasiswa baru dengan pendekatan program dan kepengurusan Asrama TPB-IPB, di IPB juga tersedia Tim Bimbingan Konseling, yang terdiri dari dosen-dosen senior IPB. Para mahasiswa dapat “curhat” segala urusan dengan Tim BK ini.

Rasa kebersamaan yang dibangun di asrama TPB-IPB, ternyata merupakan suatu aset emosional yang sulit dicari padanannya. Saling tolong-menolong dalam suka dan duka, secara tidak langsung sangat membantu dalam memperlancar studi. Umumnya, suasana emosional untuk saling membantu terus dibawa setelah keluar dari Asrama TPB-IPB. Para mahasiswa ini membentuk atau bergabung dengan organisasi mahasiswa paguyuban daerah (OMDA). Buku-buku yang tidak diperlukan lagi kemudian diberikan kepada adik kelasnya se-daerah yang masih di TPB. Beberapa OMDA juga aktif melakukan promosi ke sekolah-sekolah dimana mereka berasal. Ajang promosi ini juga menjadi ajang silaturahmi dengan asal sekolah.

Pada tahun ke-2, mahasiswa keluar dari asrama dan mencari tempat tinggal di luar asrama (kos). Kos / Rumah tinggal sewaan di daerah Dramaga menggunakan sistem tahunan. Harga setahun berkisar antara 1.500.000 - 6.000.000 bergantung pada fasilitas kamar dan posisi dari kampus.

Tempat makan di seputar kampus IPB sangat banyak dengan berbagai ragam pilihan. Harga untuk satu kali makan sederhana berkisar antara Rp 7.000-15.000 /porsi.


Sumber: ipb.ac.id
Categories: ,

1 komentar:

Komentar akan OTOMATIS DIHAPUS jika memberikan komentar mengandung iklan, link aktif, dan perkataan yang tidak sopan. Terima Kasih ^_^